Catatan Deby

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 02 Juli 2017

Maaf, Seragamku Hanya Daster

22.25.00 0

Mendapatkan SS ini di wall temen, rasanya gimana gitu.
Tapi memang begitulah keadaannya. Ga hanya di dumay, didunia nyatapun seperti itu.
Pandangan sinis maupun merendahkan selalu datang menghampiri emak berdaster alias IRT.
Apalagi yang bertitel sarjana seperti saya, wuii kalau bisa dibenamkan dalam tanah. Seperti mau bilang "malu-maluin, sarjana kok ga kerja, cuma IRT saja, pinternya ngabisin  uang suami saja" atau" untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau cuma jadi IRT"
Kayaknya dosa banget ya menjadi sarjana yang hanya ibu rumah tangga, bahkan seperti hal yang memalukan dan rendah.

Beberapa waktu yang lalu, calon istri kemenakan minta izin berhenti mengajar karena akan menikah. Dan pesan kepala sekolahnya, lagi-lagi membuat baper. Beliau berpesan " Jangan sampai sudah menikah, seragam kerja berubah jadi daster"..Apa yang emak pikirkan kalau mendengar orang berbicara seperti ini?..Biasa aja kali, tapi tetap saja imagenya IRT dastrean itu"hina".

Ga ada dosa kan ya kalau hanya menjadi IRT?

Tapi tahu ga sih, bagaimana pengorbanan seorang wanita yang memilih menjadi IRT? Jujur jangan disangka menjadi IRT itu enak dan tanpa gejolak jiwa.
Nih contohnya ya
1. hidup penuh rutinitas, yang kadang membosankan. Seorang IRT harus pandai-pandai membuat hidupnya penuh warna agar tidak bosan karena yang ditemui itu lagi, itu lagi. Dari bangun tidur sampai mau tidur, setiap harinya hampir sama...
2. Terkadang kuper, temannya cuma anak, suami dan tetangga dekat. Kebanyakan sih gitu. Apalagi kalau punya anak yang masih kecil-kecil. Makanya FB terkadang membuat rasa sepi itu hilang.
3. Menahan ego diri untuk tidak bekerja bukan hal yang mudah. Melihat teman-teman seangkatan bekerja, karir selangit, punya pergaulan luas dan punya uang sendiri, tentu terkadang iri dihati. Namun, tentu ada yang menjadi sebab kenapa seorang sarjana memilih tetap menjadi IRT.
4. Menahan rasa sakit hati ketika tak dihargai, dianggap tak membanggakan bahkan sampai ada suami yang malu membawa istrinya ke kantor karena label IRT saja.

Tak semua wanita lho mampu berkorban menanggalkan keegoannya demi tetap dirumah. Bayangkan, ketika kuliah mereka berharap akan tercapai cita-citanya, lalu ditengah karirnya menikah, lalu karena satu dan lain hal memutuskan resign, itu tak mudah bro. Beraaat. Namun karena demi prinsipnya, keyakinannya ia relakan semua. Ia yakin atas semua keputusan Allah.

Baca juga kisah
Tak Jadi Poligami KArena Allah

Apakah bekerja akan menjamin keluarga bahagia, selalu sehat financial, suami ga bakalan selingkuh, dan lain sebagainya?
Apakah tidak bekerja akan membuat keluarga selalu berantakan, hidup kekurangan, suami selingkuh dan lain sebagainya?
TIDAK ADA JAMINAN

Jika wanita bekerja berusaha menyelamatkan keuangan keluarga dengan menambah pemasukan lewat gajinya, maka seorang IRT pun berusaha menyelamatkan keuangan keluarga dengan cara memanajemen uang yang ada, dan dia yakin rezeki untuknya akan datang lewat suaminya...ga percaya? RUGI....

Dan lagi yang penting, menjadi IRT itu bukannya ga kerja...kerja dong, tapi tanpa gaji. Bayangkan jika semua pekerjaan IRT diserahkan ke pembantu, berapa banyak biaya yang dikeluarkan tiap bulannya, pasti jutaan kan. Namun seorang wanita rela mengerjakan semua itu dengan GRATIS. Tapi bukan berarti statusnya sama dengan pembantu. Karena seorang istri melakukannya dengan cinta.

Hargailah keputusan orang lain apapun itu. Terkadang yang nampak hina dimata kita ternyata lebih mulia di mata Allah. Jadi jangan mudah menjudge ya...

Hmm, tapi sekarang banyak lho emak-emak berdaster walau dirumah saja bisa berprestasi dan berduit. Kemajuan tekhnologi membuat emak-emak berdaster "naik kelas". Ya, walaupun hanya berseragam daster, banyak lho para emak yang punya penghasilan hingga puluhan juta bahkan milyaran. Banyak juga para emak berdaster yang berprestasi seperti menghasilkan buku dan jadi penulis. Emak berdaster saat ini lebih kreatif.
Dan kami para emak berdaster, bangga lho dengan seragam kami yang hanya DASTER^^





Read More

Rabu, 21 Juni 2017

Mimpiku Di ASUS E202

16.38.00 0

Menjadi emak-emak berdaster plus admin sosial media itu, cukup menyita waktu. Apalagi kalau ditambah ada pesenan artikel, wah kebayang deh sibuknya. Sebagai emak berdaster harus stand by urus rumah plus 3 orang anak, sebagai admin sosial media harus stand by untuk posting di FP maupun IG dan melayani pembeli dan sebagai penulis lepas harus kejar target bikin artikel pesanan, dan semua akan kacau jika anak merengek sepanjang hari atau yang lebih parah mereka duduk depan komputer berjam-jam nonton Upin dan Ipin yang sudah ratusan kali diputar...hiks emaknya hanya bisa nangis dipojokan.

Harus cari solusi, jika ingin tetap dengan pekerjaan ini. Pekerjaan ini menjadi pilihan karena emang tidak suka bekerja diluar rumah dan meninggalkan anak-anak diasuh orang lain. Diam dirumah tanpa penghasilan pun rasanya enggak nyaman hehehe makanya jatuh hati dengan pekerjaan ini. karena bisa dikerjakan dimana saja...tentunya jika peralatan mendukung. HP ada sih tapi tetep lebih enak kerja pakai komputer tapi ya gitu mesti rebutan sama anak atau kalau sedang berpergian komputernya enggak bisa dibawa...ya iyalah^^, jadi kebayangkan pekerjaannya jadi tertunda, terbengkalai huaaaa

Kepikiran beli notebook atau laptop sih.. tapi bingung juga milih yang mana, secara banyak pilihan tapi budget terbatas hehehe
Cerita sama adek, diarahin deh pakai ASUS, dia recomended banget karena dia juga pakai untuk keperluan kuliahnya.

ASUS E202, cek dan ricek spesifkasinya. Wah boleh juga nih. Bayangin aja karena menggunakan prosessor Intel Celeron generasi ke 5 (Braswell) yang hanya memakan daya 6 watt saja jadi baterainya bisa tahan hingga 8 jam, hemat kan apalagi TDL yang naik terus jadi butuh perangkat yang enggak tiap bentar habis baterai, jadi hemat listrik juga...haha emak-emak banget.


Ukurannya juga enggak besar amat, hanya sebesar kertas A4 (12 Inci), jadi hemat ruang kalau berpergian, beratnya juga hanya 1,25 kg. 
Untuk port USB ASUS E202 memiliki port USB 3.1 Type C yang memungkinkan USB dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saat. Dan yang keren itu kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x daripada USB 2.0...waw banget kan, sangat hemat waktu apalagi bagi emak-emak berdaster yang harus kejar-kejaran sama masak dan anak...huaa makin lope-lope deh.


Notebook ASUS E202 ini hadir dalam 2 versi yaitu Windows 10 dan DOS. Mau pilih yang mana ya, hmm kayaknya windows 10 aja.
Apalagi ya yang jadi pertimbangan...hmm warna dong. Warnanya cakeep-cakep  euy, ada Dark Blue, Lightning Blue, Red Rouge dan silk White. Pilih yang mana ya? kayaknya Dark Blue aja deh.
Kalau untuk RAM  yaitu 2 GB DDR3L, penyimpanan 500GB HDD...hmm pas banget untuk emak berdaster ini.

Dengan kelebihan ASUS E202 ini, membuat hati emak makin jatuh cinta, semoga mimpi jadi kenyataan, kerjaan enggak lagi terbengkalai, enggak lagi mesti rebutan komputer sama anak, bisa kerja dimana saja dan kapan saja....kecuali kalau lagi bocan^^...eh bantu aamiin doong.
Makanya emak berdaster ini bela-belain ikut Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com mana tau menang dan dapat ASUS E202 gratisan ..eaaaa eh aamiin.





Read More

Minggu, 28 Mei 2017

Menghadapi Stress dan tekanan bagi Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus

20.23.00 0

Bagi mereka yang tidak memiliki anak isimewa/ABK, tidak akan mengerti beratnya, bahkan masih saja banyak mata yang memandang rendah.

Menghadapi Stress dan tekanan bagi Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus
 ( sumber : alloysius hanung rumekso )
Menjadi orang tua bagi anak berkebutuhan khusus kadang membuat kita kehilangan jati diri dan berubah menjadi orang lain. Banyak hal yang sering kita pertaruhkan demi buah hati kita melewati masa-masa sulitnya untuk bisa menghadapi masa depannya. Tak jarang kita terjebak dalam situasi sulit secara fisik, emosional dan finansial.
Melewati ini semua kita menjadi sangat stress dan depresi terkungkung dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan rintangan dalam membesarkan ABK kita.
Berikut gambaran tahapan Stress yang sering dihadapi oleh orang tua ABK :
1. Denial (Penolakan)
Tahapan dimana kita tidak menerima dan menolak bahwa anak kita lahir tidak seperti anak-anak seusianya.
2. Anger (Marah)
Tahap dimana ketika kita sudah mulai bisa menerima dan mengakui, namun sering kali tanpa disadari kita dibayangi Oleh perasaan marah. Marah pada diri sendiri, pasangan kita, dokter, therapist, lingkungan kita atau bahkan marah kepada Tuhan. Why me God?
3. Bargaining (Tawar-menawar)
Tahap dimana kita sudah mulai berfikir untuk menerima keberadaannya, namun dengan berbagai dalih. Baiklah asal anak ini tdk sakit-sakitan atau asalkan anak ini bisa mengurus dirinya sendiri, dan berbagai macam sikap pengalihan.
4. Depression (Depresi)
Tahap ketika tawar menawar tidak berlaku lagi, maka orang tua menjadi stress dan depresi.
5. Acceptence (Penerimaan)
Pada tahap ini, orang tua sudah mulai bisa menerima dan mulai berdamai dengan kondisi yang ada. Namun kadang kita terjebak dengan situasi, menerima secara pesimis atau menerima secara optimis.

Baca Juga


Saya mencoba untuk merangkum bagaimana sikap kita sebagai sebagai orang tua ABK dalam menghadapi stress dan tekanan yang membuat kita lebih ringan dalam memperjuangkan hak hidup ABK kita secara Psikologis :
1. Kesabaran yang berlipat.
Menjadi orang tua biasa tidaklah mudah. Dituntut kesiapan fisik dan Psikologis yang matang. Kita akan diperhadapkan pd pertanggungjawaban yg lebih rumit. Bukan hanya menyangkut kebutuhan secara materiil namun lebih dari itu. Jadi, menjadi orang tua adalah pekerjaan yang sulit. Apalagi menjadi orang tua ABK. Untuk itu diperlukan kesabaran dalam menghadapi tantangan dari hari ke hari. Sebagai orang tua ABK kita ibarat mengikuti lomba marathon, tidak ada istilah istirahat, kita harus makan-minum sambil berlari. Tapi marathon kita tidak pernah berujung, jadi jangan berfipikir untuk menang, tapi berlarilah hingga mencapai garis finish.
2. Kita tidak sendirian.
Besarkan hati bahwa banyak orang tua lain yang juga memiliki masalah yang sama dgn kita. Carilah dukungan sosial dan buat jejaring. Sharing, berbagi pengalaman dan trik dalam menghadapi berbagai masalah akan membuat kita merasa lebih kuat dan nyaman secara psikologis.
3. Kita adalah Superhero.
Yakinkan diri bahwa sebagai orang tua ABK, apa yg kita kerjakan adalah hebat. Ibarat Superhero kita disanggupkan mengatasi semua permasalahan anak kita. Kita jauh lebih tau dari siapapun. Misalnya bagaimana mengatasi anak kita saat Tantrum atau kejang, dsb. Dan kita bisa menjadi apa saja. Kita adalah therapist, dokter, perawat, guru dan teman bagi anak ABK kita.
4. Kita bukanlah manusia yg sempurna.
Sebagai orang tua ABK seringkali kita dihadapkan pd suatu pilihan yg sulit. Namun kita dituntut utk segera mengambil keputusan. Lakukan dan ambil keputusan yg terbaik dan jangan menengok ke belakang. Yakinlah bahwa apapun yg kita ambil adalah suatu keputusan yg terbaik. Memang kita tidak bisa selalu benar. Tidak ada manusia yg sempurna, kita bisa saja salah. Namun terus maju dan jangan pernah menyesali apa yg pernah kita putuskan. Move on dan terus pandang ke depan.
5. Memaafkan diri sendiri.
Jangan selalu membawa rasa bersalah. Hal ini tdk akan membuat kita lbh baik. Tidak ada jawaban yang benar utk setiap keputusan yang sulit. Memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri membuat kita akan jauh lebih ringan dalam melangkah ke depan utk anak kita.
6. Percaya pada insting kita.
Kita jauh lbh mengerti ttg anak ABK kita. Ketika kita merasa tdk mudah utk dimengerti oleh profesional (dokter, therapist, consultant atau guru) pergilah ke ahli lain utk mendapatkan second opinion. Jangan pernah merasa takut utk berjuang bagi ABK kita. Jika mereka mungkin ahli dibidangnya, kitapun adalah ahli dalam memahami anak kita.
7. Therapy adalah bermain dan bermain adalah therapy.
Jangan biarkan anak kita tersiksa oleh therapy, tapi biarkanlah mereka merasa bahwa therapy adalah bermain. Jd pastikan bahwa anak menikmati sesi therapy dengan caranya sendiri. Waspadai ketika anak tdk tertarik atau respon dengan therapy yang kita pilihkan. Mungkin ada sesuatu yg salah disana.
8. Rayakan hal-hal kecil.
Rayakan hal-hal yang mampu dicapai anak ABK kita meskipun mungkin suatu hal yang kecil bagi anak non-ABK lainnya.
Sharingkan hal-hal pencapaian tersebut kepada orang-orang yang kita cintai dan mengasihi anak ABK kita. Jangan mudah terprovokasi dengan orang-orang yang tdk memahami ABK kita.
9. Jangan membanding-bandingkan.
Secara umum setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Begitu juga tantangan dan pertumbuhan yg dilaluinya. Mereka akan tumbuh dengan kecepatan masing-masing jadi jangan pernah membandingkan ABK kita dengan ABK lainnya. Jangan pula membanding-bandingkan apa yang dilakukan orang tua lain dengan ABK-nya.
10. Luangkan waktu untuk bermain dengan anak.
Nikmati kebersamaan dengan ABK kita. Sesibuk apapun kita, sebaiknya luangkan waktu utk peran kita sebagai orang tua untuk bermain dan menikmati kebersamaan. Tidak ada kualitas tanpa kuantitas.
11. Jangan pernah kehilangan jati diri.
Jangan membuat label sebagai "orang tua ABK" sebagai satu-satunya jatidiri kita. Kadang kita juga harus memiliki jatidiri kita sendiri. Fokuslah pada hobi dan pekerjaan kita juga. Kita berhak untuk menikmati hidup kita.
12. Perhatikan keutuhan perkawinan kita.
Mempertahankan perkawinan adalah suatu perjuangan, apalagi jika kita memiliki ABK.
Berikan waktu untuk pasangan kita dan perjuangkan perkawinan adalah cara yg bijak dan bertanggung jawab atas ABK kita.
13. Peliharalah rasa humor dan jangan terlalu sensitif.
Lihatlah setiap masalah yang terjadi dengan cara pandang yg lebih ringan. Jangan terlalu sensitif dan terprovokasi secara emosional dengan apa yg dikatakan orang lain. Karena tidak ada yang menyakiti diri kita kecuali diri kita sendiri.
14. Kita berhak utk bahagia dan diperhatikan.
Selama ini kita sudah terlalu banyak untuk memperhatikan dan merawatnya ABK kita. Ambil waktu ("me time") karena kita juga berhak untuk mendapat perhatian dan merasa bahagia. Mintalah waktu untuk diri sendiri dan nikmatilah....
Semoga tips diatas membantu kita untuk terbebas dari stress dan kebosanan dalam memperjuangkan hak hidup ABK kita yang tidak pernah berujung.
Semoga membantu....
Read More

Sabtu, 22 April 2017

Tak Jadi Poligami Karena Allah

02.13.00 0
(Foto by pinterest)

Cerita ini saya ambil dari sebuah buku berjudul "Istri yang Dirindukan Surga, Suami yang Dirindukan Surga" karya Leyla Imtichanah
Saya sangat tertarik dengan salah satu kisah yang terdapat di buku ini.
Karena menurut saya pelajaran dari kisah ini sungguh bagus. Terutama buat bapak-bapak^^..
Perlu di ingat, saya tidak menentang poligami karena Allah mengijinkannya. Hanya ingin share dan mengambil pelajaran.

Kisah cinta yang mampu mengalahkan hawa nafsunya bisa kita lihat dari seorang Umar bin Abdul Aziz. Ia mengalami masa sulit dalam hidupnya, karena rasa cintanya. Sang khalifah ini awalnya terkenal memiliki lifestyle yang “wow”. Dia pesolek, bajunya selalu mahal, gayanya menawan dan dia jatuh cinta pada seorang budak istrinya, Fathimah binti Abdul Malik. Berkali-kali ia meminta kepada istrinya agar budak itu diberikan kepadanya. Namun, Fathimah menolak karena sangat cemburu.

Baca juga:

Namun, setelah menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz berubah total. Beliau menjadi sangat zuhud, adil, amanah dengan tugasnya. Seluruh kekayaan dia sumbangkan ke baitul maal dan menjadi milik masyarakat. Ketika dia sudah begitu kelelahan, istrinya merasa kasihan padanya, sehingga Fathima akhirnya menyerahkan budak perempuan miliknya kepada Umar agar Umar merasa bahagia. Namun, Umar menolaknya, bahkan menikahkan budak tersebut dengan prajuritnya.
Sang budak yang juga jatuh hati pada Umar bertanya “ Jadi, mana bukti cintamu padaku, wahai Amiril Mukminin?”
Umar menjawab, “ cinta itu masih ada di dalam hatiku, bahkan jauh lebih kuat dari dahulu. Akan tetapi, kalau aku menerimamu, aku khawatir tidak termasuk golongan orang yang menahan dirinya dari hawa nafsunya sebagaimana yang difirmankan Allah dalam QS. An Nazi’at 40-41.

Kisah yang sangat menyentuh hati bukan, ketika ia mempunyai kesempatan memiliki seseorang yang begitu ia cintai secara halal, ia lebih memilih melepaskannya karena takut menjadi orang yang tak mampu menahan hawa nafsunya.

Bagaimana teman, kisah yang unik bukan. Ketika banyak laki-laki mencoba menyalurkan hawa nafsunya, dengan dalih ibadah. Umar bin Abdul Aziz memberikan contoh bagaimana ia yang mampu berpoligami lebih memilih melepaskan cintanya karena takut termasuk golongan orang yang tak mampu menahan hawa nafsu. Ia takut ketika memiliki cintanya, akan membuat ia lalai dari Allah.

Ya, semua kembali ke pribadi masing-masing. Mereka memutuskan poligami tentu ada sebabnya, dan mereka yakin bahwa cintanya kepada beberapa wanita tak akan membuatnya lalai kepada Allah. Mari kita hormati karena itu dibolehkan dalam agama^^.

Baca juga


Read More

Kamis, 20 April 2017

Si Pencuri Perhatian

15.18.00 0


Si bantal yang bentuknya seperti mobil ini, begitu mencuri perhatian anak-anak. Mereka suka, selain karena bentuknya yang seperti mobil, warnanya merah dan yang pasti lembutnya bikin nyaman. Dan benar saja prediksi saya bahwa akan terjadi perseteruan memperebutkan bantal. Padahal sudah disiapkan 1 bantal besar dan 3 bantal kecil. Namun, tetap saja berebut memilih yang besar, yah namanya juga anak-anak.

Bantal karakter ini, bahannya halus banget, jahitannya juga rapi, bahkan ada standar SNI nya juga. Sekali megang, aduh jadi pingin meluk terus. Kalau dijadikan bantal untuk tidur pun terasa nyaman, enggak bikin sakit kepala ataupun leher. Selain itu yang terpenting, mudah dibersihkan, jadi enggak khawatir bantalnya banyak debu.

Emang sih, banyak yang bilang "banyak penjual bantal karakter atau karpet yang nipu", Alhamdulillah, seller saya ini amanah dan dapat dipercaya. Kami sudah berteman lebih dari 1 tahun. Mba Ika namanya. Orangnya baik banget terus fast respon dan yang menyenangkan itu harganya bersahabat (biasa emak-emak).

Baca juga
Sarung Instan Anti Ribet

Buat yang lagi nyari bantal karakter untuk buah hatinya atau mencari karpet untuk mempercantik ruangan rumah, silahkan saja ya langsung hubungi mba Ika, di FB Ika Bunda Sam. Semoga ketemu jodohnya ya^^

Saran saya mak, kalau mempunya anak lebih dari satu, beli sejumlah anak ya, agar tidak terjadi perebutan bantal karakter hehe



Read More

Kamis, 13 April 2017

Adeline, Handmade Aksesoris yang Cantik

02.44.00 0

Waw, itulah kesan pertama saya ketika melihat aksesoris berupa bros dan kalung handmade dari Adeline Accessories. Cakep banget, beneran. Kerennya lagi, ini membuatnya perlu konsentrasi tinggi karena memang rumit banget. Tapi bener-bener rapi...amazing deh pokoknya.

Setiap detail dari bros ataupun kalung ini, terlihat jelas bahwa yang membuatnya mempunyai karya seni yang tinggi, telaten dan rapi. Dibuat dengan penuh cinta, bahkan warna batu akiknya pun disesuaikan dengan kesukaan konsumen.

Jujur, kalo saya buat begini kira-kira butuh waktu berapa lama ya...yakin deh ga selesai-selesai apalagi krucil gangguin. Pesan sajalah yang lebih gampang dan sudah pasti hasilnya^^.

Mau kenalan sama yang membuatnya? Cek langsung ke FB Aulia Siska dan kamu akan terpana oleh karyanya^^
Atau bisa juga cek di
FP : Adeline Accessories
Hp : 085851457451
WA : 081230960358
Line : adeline_accessories
IG : @adeline_accessories
Read More

Kamis, 23 Maret 2017

Nyaman Bersamamu

02.48.00 0

Refreshing duluuu 
Si emak remahan rengginang yang hobi menulis yang kerjanya jadi admin FP dan tukang ulas produk ini  butuh jalan-jalan hehe
Enggak usah jauh-jauh. Di dekat rumah saja, Alhamdulillah ada tempat wisata, Kebun Buah Kandi, ada kebun binatang Kandi juga. Foto-foto dulu, tapi enggak narsis lah ya.

Hari cukup terik saat di kebun buah, ditemani gamis Araminta dengan warna kalem, motif keren dan khimar merah yang cetar membahana. Tapi cukup adem, enggak gerah lho. Gamis Araminta ini berbahan Wolvis monalisa, lembut, halus, tebal. Kata yang jual mba Rita Widyawati, gamis berbahan wolvis ini nyaman. Dan ternyata emang nyaman.
Modelnya juga asyik, resleting depan (cocok untuk busui), ada saku disebelah kanan, pakai tali, ujung lengannya kancing rimpel, dan lebar bawahnya sekitar 2 meter. 

Baca juga:

Yang bikin penasaran ibu-ibu pasti tentang harga kan?
Percaya enggak Mak, harga gamis ini cukup terjangkau, jika PO Rp. 110.000, khimar Rp. 80.000. 
Cukuplah untuk kantong kita. Oiya, mba Rita juga punya produk anak-anak. Jadi bisa kembaran deh dengan ibunya.

Tertarik Mak
Silahkan hubungi disini Mak
Rita Widyawati
FP : Pusat Gamis Ibu dan Anak
Read More

Post Top Ad