Kenapa Marah Disebut Kafir? - Catatan Deby

Post Top Ad

Kamis, 17 November 2016

Kenapa Marah Disebut Kafir?

Hari ini, saya diskusi cantik dengan seorang teman yang berbeda keyakianan. Dari diskusi itu, saya menangkap bahwa beliau marah disebut kafir oleh orang Islam. Dan saya jadi bingung, kenapa beliau marah....

Siapa Itu Kafir

Kita coba cari pengertian kafir ya...
Agar tidak dibilang ke arab-araban...(eh kafir mah emang bahasa arab lagi), saya coba media yang netral wikipedia ya
Kāfir (bahasa Arabكافر kāfir; plural كفّار kuffār) dalam syariat Islam adalah diartikan sesuai etimologi sebagai "orang yang menutupi kebenaran risalah Islam". Istilah ini mengacu kepada orang yang menolak Allah, atau orang yang bersembunyi, menolak atau menutup dari kebenaran akan agama Islam. Perbuatan menyatakan seseorang kafir disebut takfir.

Jadi menurut syariat Islam, manusia kāfir yaitu: seorang yang mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad sebagai utusan-Nya.
(sumber wikipedia)

Jadi ringkasnya :
Kafir itu diperuntukan bagi mereka yang tidak menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Artinya jika sahabat tidak mengakui Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya Tuhan ya sudah pasti sahabat kafir dalam perspektif Islam.
Kafir itu istilah yang dipakai untuk membedakan, bukan untuk menghinakan.
Seperti halnya dalam agama Kristen. Mereka yang diluar agama Kristen disebut "domba yang tersesat" (kalau salah mohon diberi tau yang benarnya yah). Itu istilah yang dipakai oleh agama Kristen bagi mereka yang bukan Kristen.

Lalu kenapa sahabat tidak terima dibilang kafir? toh kenyataannya sahabat bukan Islam.


Dari Capture terlihat adanya kesalahan pemahaman. Rupanya sahabat saya ini, menilai yang disebut kafir adalah tidak bertuhan. Dari penjelasan saya diatas, bisa dipahami yah, kalau kafir itu digunakan bagi mereka yang tidak menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah dan diakui keberadaannya.
Sedangkan tidak bertuhan disebut atheis. Karena kafir bahasa Arab, saya coba googling istilah Arab untuk tidak bertuhan dan jawabannya adalah tidak bertuhan = mulahad. Jadi bisa dipahami bahwa arti kafir bukan mengatakan orang diluar Islam tidak bertuhan ya.
Jadi diingat ya, kafir artinta tidak menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah dan diakui keberadaannya.

Kafir Tidak Manusiawi


Istilah kafir ada dalam Al Quran. Al Qur'an merupakan Kitab suci agama Islam yang berisi wahyu dari Allah. Jika dibilang kafir tidak manusiawi, Artinya Allah tidak manusiawi ?

Dalam agama Kristen dikatakan bahwa pemeluk agama lain disebut dengan "domba yang tersesat". Nah kalau mereka yang diluar agama Kristen mengatakan itu tidak manusiawi karena mengatakan manusia yang tersesat sebagai domba, bagaimana?
Nah, jadi jangan berpikir negatif dulu ya sahabat. Jangan sampai menyalahkan istilah yang ada di agama lain ya. Apalagi kalau kita tidak paham dengan agama orang lain. Saya pribadi engga marah dibilang domba yang tersesat oleh sahabat Kristen saya, karena saya memang Muslim. Terserah kalau sahabat Kristen saya mengatakan saya tersesat, dan bagi agama lain sahabat juga tersesat.
Pada intinya, mereka yang diluar agamanya pasti dianggap tersesat walaupun dia beragama. Hukum timbal balik ya.

Tentang Islam Cinta Damai

Saya berterima kasih kepada sahabat saya, yang mencintai Islam yang damai. Saya juga seperti itu, mencintai Kristen, Budha, Hindu yang cinta damai.
Bukankah Islam sebagai ummat mayoritas di Indonesia telah memperlihatkan cinta damainya? Ummat agama lain bisa hidup dengan tenang menjalankan ibadah masing-masing, bisa sekolah, bekerja, atau jalan-jalan tanpa perasaan takut.
Bahkan ketika mesjid di Papua dibakar, atau pelarangan berjilbab di Bali, tidak ada ummat Islam yang membumihanguskan gereja diseluruh Indonesia. Padahal kalau emang agama Islam ini teroris, dengan jumlahnya yang banyak, tentu sangat gampang bukan untuk menghancurkan agama lain.
Sedangkan saudara kami, muslim minoritas diluar negeri begitu tertindas. Lalu siapakah yang tidak cinta damai?



Dan pada akhirnya saya tetap tidak mengerti mengapa beliau tetap marah disebut kafir, padahal sudah dijelaskan. Kalau kafir itu untuk mereka yang engga nyembah Allah. Sahabat saya ini tidak menyembah Allah. 
Bagi saya kafir itu tidak untuk merendahkan orang diluar islam, tapi membedakan antara orang yang menyembah Allah (muslim) dengan yang tidak menyembah Allah (kafir).

Demo Tindakan Yang Tidak Bijak
Ya kalau sahabat demo karena dibilang kafir ya emang engga bijak, karena emang aneh jadinya. Ini mengenai istilah dalam Islam yang mengatakan orang diluar Islam itu kafir. Lha, yang mau didemoin apa? Itu hak setiap agama untuk menyebut sebagai apa orang-orang diluar agamanya.

Kalau runtutannya tentang aksi demo 411, begini jawabannya menurut saya yah.
Sahabat saya mengatakan "bagi mba ngga mau agamanya dijelekin...begitu juga agama orang lain"
Nah seperti itulah, demo terjadi karena seseorang sudah lompat pagar dan menistakan agama islam. Kalau agama sahabat dinistakan tentu sahabat juga tidak suka bukan? sama kami juga tidak suka.
Kenapa harus demo? bukan karena tidak bijak tapi karena hukumnya tumpul, padahal dengan yang lain hukumnya bisa runcing. 

Semoga, sahabat-sahabat saya non muslim bisa memahami dan engga marah dibilang kafir ya, seperti kami yang engga marah disebut domba^^

Post Top Ad